• Jelajahi

    Copyright © Narasi Riau
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Harga Sembako di Inhil Naik 50 Sampai 80%, Dampak Musibah Banjir Bandang Aceh - Sumbar dan Sumut

    , November 29, 2025 WIB Last Updated 2025-11-29T07:20:12Z

    NARASIRIAU.COM - INDRAGIRI HILIR, Bencana banjir bandang yang melanda tiga Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, telah berdampak pada lonjakan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). 

    Dalam tiga hari terakhir, pantauan langsung dilapangan oleh wartawan Media Narasiriau.com, bahwa pasokan komoditas utama seperti cabai, bawang, ayam ras, dan telur terganggu sehingga harga di Pasar Tradisional Selodang Kelapa Tembilahan naik hingga 50–80 persen.

    Cabai merah mengalami kenaikan paling drastis. Harga yang sebelumnya Rp70 ribu–Rp80 ribu per kilogram kini menembus Rp120 ribu–Rp150 ribu. Bawang merah ikut melambung dari Rp25 ribu–Rp27 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram. 

    Begitu juga dengan harga ayam potong naik dari Rp38 ribu menjadi Rp45 ribu, sementara telur ayam ras yang sudah lebih dulu mengalami kenaikan kini berada pada kisaran Rp58 ribu per kilogram.

    Menurut keterangan salah seorang cabai dan bawang di pasar Tembilahan, Oky mengatakan bahwa terganggunya pasokan dari Aceh menjadi faktor utama, karena pasokan terbesar dari Aceh.

    “Memang dalam tiga hari ini harga naik tinggi, Panen cabai merah di Aceh berkurang, lantaran musibah membuat distribusi dan hasil cabai putus dan berkurang. Semua daerah tidak kebagian, makanya harga melonjak,” jelasnya.

    Maka dari itu, ditambahkannya untuk saat ini mereka mencari alternatif mengambil pasokan cabai dari Manado lewat rekan di Jakarta. 

    “Insyallah, cabai dari Manado dikirim via pesawat ke Pekanbaru lalu dibawa ke Tembilahan. Baru kali ini kami jual cabai Manado. Harganya sekitar Rp80 ribu, masih di bawah harga yang berlaku sekarang,” ujarnya.

    Diakuinya juga bahwa cabai darI Manado baru kali ini dicoba untuk masuk ke Tembilahan, dan ini menjadi salah satu antisipasi atau alternatif untuk menangani tingginya harga dan kurangnya pasokan.

    Ungkapan hal yang sama juga diungkapkan Candra pedagang ayam di pasar Tembilahan. Dijelaskannya kendala serupa. Sebelumnya harga Rp35 ribu, sekarang Rp45 ribu–Rp47 ribu. 

    "Kenaikannya sekitar 50 persen. Barang masuk lambat karena jalan terkendala, stok kurang, jadi kami ambil alternatif dari Jambi. Harga naik, permintaan menurun,” ujarnya kepada wartawan Media Narasiriau.com.

    Sedangkan terkait dengan harga telur, menurut keterangan pedagang bahwa musibah dari beberapa daerah di Sumatra tidak berdampak langsung terhadap harga telur di Kota Tembilahan.

    “Telur memang sudah mahal dari sebelumnya karena bukan berasal dari daerah yang terkena banjir. Saat ini belum ada kenaikan lagi. Tidak tahu kalau dua atau tiga hari ke depan, karena khawatir jalan terputus,” katanya.

    Kemudian dengan adanya kenaikan sembako tersebut, Khofifah, salah seorang pembeli mengakui bahwa kenaikan ini dirasa berat oleh masyarakat, maka oleh itu dia berharap harganya bisa stabil seperti semula.

    “Biasanya kita beli cabai harganya Rp80 ribu, sekarang Rp120 ribu. Kami sebagai masyarakat merasa berat. Semoga harga kembali normal,” harap Khofifah. (Ade)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini