NARASIRIAU.COM - INHIL, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tembilahan melaksanakan kegiatan tes urine bagi seluruh pegawai serta 30 orang warga binaan pemasyarakatan (WBP), sebagai upaya nyata pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Aula Dr. Sahardjo Lapas Tembilahan.
Pelaksanaan tes urine berlangsung tertib dan transparan, diawali dengan pendataan peserta sebelum dilakukan pengambilan sampel urine. Seluruh pegawai Lapas Tembilahan serta warga binaan yang telah ditunjuk mengikuti kegiatan ini dengan penuh kesadaran dan kooperatif, sebagai bentuk dukungan terhadap terciptanya lapas yang bersih dari narkoba.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh sampel urine yang diuji menunjukkan hasil negatif, baik dari pegawai maupun 30 warga binaan yang mengikuti tes. Hasil ini menjadi indikator positif bahwa upaya pembinaan, pengawasan, serta pengendalian yang dilakukan Lapas Tembilahan berjalan dengan baik dan konsisten.
Kepala Lapas Kelas IIA Tembilahan, Prayitno, menyampaikan bahwa kegiatan tes urine ini merupakan bagian dari komitmen kuat Lapas Tembilahan dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba. “Tes urine ini adalah langkah nyata kami dalam memastikan integritas pegawai dan warga binaan, sekaligus bentuk keseriusan Lapas Tembilahan dalam mendukung program zero narkoba di lingkungan pemasyarakatan,” ujar Kalapas.Pemeriksaan Kesehatan Terlaksana, Hak Sehat WBP Tetap Terjaga
Tembilahan (7/1/2026) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tembilahan terus berkomitmen dalam memenuhi hak dasar warga binaan, salah satunya hak atas pelayanan kesehatan. Hal tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang dilaksanakan di Klinik Pratama Lapas Tembilahan.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan ini dilakukan sebagai langkah preventif dan kuratif untuk memantau kondisi kesehatan WBP secara berkala. Warga binaan yang mengikuti pemeriksaan mendapatkan layanan pengecekan kesehatan umum serta pemberian obat sesuai dengan keluhan dan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas kesehatan.
Pelaksanaan kegiatan ini didukung oleh satu orang perawat terampil Lapas Tembilahan, dengan dibantu oleh empat orang peserta magang yang turut membantu jalannya proses pemeriksaan. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan sesuai prosedur pelayanan kesehatan, sehingga berjalan tertib, aman, dan lancar.
Melalui kegiatan ini, Lapas Tembilahan menegaskan komitmennya dalam menjaga kesehatan warga binaan sebagai bagian dari pemenuhan hak asasi manusia di bidang pemasyarakatan. Upaya ini juga menjadi bagian dari pembinaan yang berkelanjutan, guna menciptakan lingkungan lapas yang sehat, humanis, dan kondusif.




