NARASIRIAU.COM - TEMBILAHAN, Perum Bulog Kantor Cabang Tembilahan berkomitmen penuh mendukung target swasembada pangan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tahun 2026.
Komitmen ini ditegaskan dalam momentum Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I yang dipusatkan di Desa Petalongan, Kecamatan Keritang, Kamis (8/1).
Kegiatan ini merupakan langkah strategis daerah dalam mengamankan rantai pasok pangan lokal. Berdasarkan data panen, Desa Petalongan berhasil mengoptimalkan lahan seluas 1 hektar yang ditanam sejak September 2025 dengan estimasi produktivitas mencapai 1 ton per hektar.
Secara total, pengembangan komoditas jagung di Kecamatan Keritang tersebar di beberapa titik, termasuk 4 hektar di Desa Nusantara Jaya dan 2 hektar di Desa Lintas Utara.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Inhil, Fajar Husin, yang hadir membacakan amanat tertulis Bupati Indragiri Hilir, Herman, menyampaikan bahwa keberhasilan ini adalah bukti nyata sinergi di lapangan.
“Kerja keras dan semangat gotong royong para petani merupakan modal utama dalam mewujudkan swasembada pangan. Keberhasilan di Desa Petalongan ini diharapkan menjadi motivasi bagi wilayah lain untuk meningkatkan produksi jagung secara masif,” ujar Fajar Husin.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Tembilahan, M. Indra Firmansyah, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau hasil produksi petani lokal sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan nasional dan daerah.
Menurutnya, keberhasilan panen jagung serentak ini memperkuat posisi Inhil sebagai wilayah yang potensial dalam diversifikasi pangan.
“Kami mengapresiasi produktivitas petani di Keritang. Bulog senantiasa hadir untuk memastikan ketersediaan pangan terjaga. Kerja sama antara pemerintah, petani, dan seluruh stakeholder adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan sektor pertanian, mulai dari perubahan iklim hingga fluktuasi harga pasar,” ungkap M. Indra Firmansyah.
Meski mencatatkan hasil positif, pemerintah daerah tetap menyoroti pentingnya penerapan teknologi pertanian tepat guna dan perbaikan infrastruktur.
Penguatan kelembagaan petani dan sistem pemasaran menjadi fokus utama agar hasil panen raya ini tidak hanya mencukupi kebutuhan konsumsi, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat tani di Indragiri Hilir.
Melalui panen raya ini, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir optimis target swasembada pangan 2026 dapat tercapai melalui kolaborasi intensif antara petani sebagai produsen dan Bulog sebagai garda terdepan stabilitas pangan.




