• Jelajahi

    Copyright © Narasi Riau
    Best Viral Premium Blogger Templates

    PW KBB Kepri Gelar Maulid Nabi, Perkuat Silaturahmi dan Nilai Keislaman Masyarakat Banjar di Kepri

    , Agustus 22, 2026 WIB Last Updated 2026-08-22T12:56:12Z



    Narasiriau.com, BATAM, KEPRI — Pengurus Wilayah Kerukunan Bubuhan Banjar (PW KBB) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Villa Panbil, Blok AA No. 21, pada Senin (17/8/2026) malam.


    Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh khidmat dan kekeluargaan tersebut dihadiri jajaran pengurus dan keluarga besar PW KBB Kepri serta masyarakat Banjar di Provinsi Kepulauan Riau.


    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menghadirkan KH Syarwani Abdan dari Kalimantan Selatan sebagai penceramah. Kegiatan diisi dengan pembacaan shalawat, tausiah keagamaan, serta doa bersama sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW.


    Ketua Umum PW KBB Kepri, H. Suhadi, S.T., mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga momentum untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat persaudaraan sesama masyarakat Banjar di perantauan.


    “Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi kita untuk kembali mengingat perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW. Yang tidak kalah penting, kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan keluarga besar KBB di Kepulauan Riau,” ujar H. Suhadi.


    Menurutnya, keberadaan KBB Kepri diharapkan tidak hanya menjadi wadah pelestarian budaya Banjar, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi kehidupan sosial, keagamaan, dan pembangunan di Kepulauan Riau.


    “Kita ingin kebersamaan ini terus terjaga. Di mana pun masyarakat Banjar berada, kita harus tetap menjunjung tinggi nilai agama, adat, budaya, dan semangat persaudaraan,” tambahnya.


    Sementara itu, Sekretaris Jenderal PW KBB Kepri, Dr. Sudianto, mengatakan bahwa Maulid Nabi merupakan momentum penting untuk menanamkan kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.


    “Maulid Nabi jangan hanya kita maknai sebagai kegiatan seremonial. Yang paling penting adalah bagaimana keteladanan Rasulullah SAW dapat kita implementasikan dalam kehidupan, terutama dalam menjaga persaudaraan, kejujuran, kepedulian, dan kebersamaan,” kata Dr. Sudianto.


    Ia menambahkan, masyarakat Banjar di Kepulauan Riau merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Kepri secara keseluruhan. Karena itu, KBB Kepri akan terus mendorong kegiatan yang dapat memperkuat persatuan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.


    “Silaturahmi adalah kekuatan kita. Dengan kebersamaan, kita dapat menjaga identitas dan nilai-nilai budaya Banjar tanpa kehilangan semangat untuk terus berkontribusi bagi daerah dan bangsa,” ujarnya.


    Dalam tausiyahnya, KH Syarwani Abdan mengajak jamaah untuk menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai teladan dalam seluruh aspek kehidupan.


    Ia mengingatkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku sehari-hari, seperti menjaga akhlak, memperkuat persaudaraan, menghormati sesama, serta meningkatkan kepedulian sosial.


    “Mencintai Rasulullah SAW bukan hanya dengan memperbanyak ucapan shalawat, tetapi juga dengan mengikuti akhlak dan sunnah beliau. Rasulullah mengajarkan kepada kita bagaimana membangun persaudaraan, menghormati sesama dan menjaga hubungan baik dengan siapa pun,” pesan KH Syarwani Abdan.


    Ia juga mengajak masyarakat Banjar yang berada di perantauan untuk tetap menjaga identitas dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para orang tua dan ulama terdahulu.


    “Di mana pun kita berada, jaga agama, jaga persaudaraan, jaga adat dan budaya yang baik. Jadikan kebersamaan sebagai kekuatan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.


    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut ditutup dengan doa bersama. Kegiatan berlangsung dengan penuh keakraban dan menjadi momentum untuk semakin memperkuat ukhuwah Islamiyah serta silaturahmi keluarga besar PW KBB Kepri.


    PW KBB Kepri berharap kegiatan keagamaan dan kebersamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta melestarikan budaya Banjar di Provinsi Kepulauan Riau.(Hadigus)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini