Narasiriau.com, SUNGAI LUAR – Penanganan stunting di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus didorong melalui pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga perbaikan kondisi tempat tinggal dan sanitasi keluarga. Upaya tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan rumah layak huni bagi keluarga anak stunting di Desa Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka, Jumat (9/10/2026).
Peletakan batu pertama dilakukan oleh Wakil Bupati Inhil Yuliantini, S.Sos., M.Si., yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS) Kabupaten Inhil, bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Inhil, Hj. Katerina Susanti Herman.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penyerahan bantuan rehabilitasi rumah dan bantuan bagi penyelenggara jenazah yang dipusatkan di Kantor Kepala Desa Sungai Luar.
Dalam kesempatan itu, Yuliantini menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan yang perlu ditangani secara menyeluruh karena berkaitan dengan berbagai aspek, mulai dari pemenuhan gizi, kesehatan keluarga, kondisi lingkungan hingga ketersediaan sarana sanitasi yang layak.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, angka balita stunting di Kabupaten Inhil masih mencapai 24 persen. Kondisi ini menjadi perhatian bersama dan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar upaya pencegahan serta penanganannya dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Stunting bukan hanya masalah makanan atau kemiskinan, tetapi juga sangat erat kaitannya dengan kondisi lingkungan dan sanitasi. Rumah yang tidak layak, lantai tanah, serta terbatasnya akses air bersih dan jamban sehat dapat menjadi faktor yang memengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang anak,” ungkap Yuliantini.
Menurutnya, perbaikan kualitas tempat tinggal menjadi salah satu langkah pendukung dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi anak. Karena itu, penanganan stunting memerlukan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, TP-PKK, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap kesejahteraan keluarga.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Inhil Hj. Katerina Susanti Herman turut terlibat dalam kegiatan tersebut melalui peletakan batu pertama pembangunan rumah layak huni bagi keluarga anak stunting. Keterlibatan TP-PKK diharapkan dapat memperkuat upaya peningkatan kualitas kesehatan keluarga, terutama dalam mendorong terciptanya lingkungan rumah yang sehat dan mendukung tumbuh kembang anak.
Pada kesempatan yang sama, Yuliantini bersama Katerina juga menyerahkan bantuan rehabilitasi rumah kepada Iskandar melalui program GELIBU sebesar Rp25 juta. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung perbaikan kondisi hunian keluarga penerima manfaat.
Selain bantuan perumahan, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan bagi penyelenggara jenazah, yang terdiri atas dua orang penggali kubur, dua orang pemandi jenazah laki-laki, dan dua orang pemandi jenazah perempuan.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Inhil, Kepala Kantor Kementerian Agama Inhil, Ketua Baznas Inhil, jajaran Sekretariat TPPPS, para camat, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Inhil, serta unsur pemerintah kecamatan dan desa bersama pengurus TP-PKK.
Melalui dukungan perbaikan hunian dan penguatan peran lintas sektor, upaya penanganan stunting diharapkan semakin menyentuh kebutuhan dasar keluarga. Dengan demikian, lingkungan yang lebih sehat dapat terwujud sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang anak dan meningkatkan kualitas generasi mendatang di Kabupaten Indragiri Hilir.









