NARASIRIAU.COM - RENGAT BARAT, Keheningan dini hari di Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), berubah mencekam pada Jumat (9/12/2025).
Sebuah pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) mengalami kebocoran sekitar pukul 00.45 WIB, memicu suara gemuruh yang sangat keras.
Insiden ini memaksa warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi ke desa tetangga. Ketakutan akan munculnya kobaran api membuat evakuasi berlangsung dalam suasana panik.
Kepala Desa Tani Makmur, Muhammad Sulistiono, menuturkan bahwa getaran dan suara bising tersebut langsung membangunkan warga yang tengah terlelap.
"Awalnya terdengar suara gemuruh, kemudian disusul suara mirip pesawat tempur. Warga langsung berhamburan ke luar rumah," ujar Sulistiono saat dihubungi.
Pipa gas yang tertanam sedalam tiga meter di bawah tanah tersebut menyemburkan tekanan udara yang sangat kuat. Akibatnya, material tanah di sekitar pipa terlontar hingga mengenai pemukiman warga. Jarak antara titik ledakan dengan rumah warga terdekat diperkirakan tidak terlalu jauh.
Hantaman material tanah tersebut menyebabkan beberapa rumah warga mengalami kerusakan ringan. Namun, Sulistiono memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang sempat melumpuhkan aktivitas desa itu.
Sesaat setelah kejadian, pemerintah desa langsung menghubungi pihak PT TGI. Tiga personel perusahaan tiba di lokasi beberapa menit kemudian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan langkah mitigasi darurat.
Berdasarkan keterangan teknis dari pihak PT TGI, pasokan gas dari pipa yang melintasi wilayah segera ditutup untuk menghentikan tekanan.
"Usai ditutup, semburan gas masih berlangsung sekitar satu jam," kata Sulistiono menambahkan.
Menjelang pagi, kondisi di Desa Tani Makmur dilaporkan mulai pulih. Warga yang sebelumnya mengungsi kini telah diizinkan kembali ke kediaman masing-masing. Meski demikian, area di sekitar lokasi ledakan masih dalam pengawasan ketat dan tertutup untuk umum.
Pihak PT TGI masih melakukan perbaikan intensif pada jalur pipa yang rusak. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab pasti pecahnya pipa gas di wilayah tersebut.




