NARASIRIAU.COM, TEMBILAHAN - Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Indragiri Hilir bersama Tim Satgas Pangan bergerak cepat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Yos Sudarso, Tembilahan, pada Selasa (11/8/2026) pagi.
Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas adanya laporan fluktuasi harga daging ayam di tingkat pasar yang sempat menyentuh angka Rp60.000 hingga Rp70.000 per kilogram.
Kepala Dinas DKUPP Kabupaten Indragiri Hilir, Dr. Trio Beni Putra, S.E., M.M., menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap agen dan distributor di wilayah Indragiri Hilir. Berdasarkan hasil pemantauan, harga di tingkat agen masih berada pada kisaran normal, yakni Rp38.000 hingga Rp39.000 per kilogram untuk ayam kotor.
"Setelah tim turun ke lapangan dan memantau langsung di tingkat pedagang, kami mendapati harga berada di angka Rp50.000 per kilogram. Kami nilai harga tersebut masih dalam batas wajar, mengingat itu adalah harga untuk ayam bersih yang sudah dipotong dan dibersihkan dari bulu (daging murni). Harapan kami, tidak ada lagi kenaikan harga signifikan ke depannya," ujar Trio Beni Putra.
Dalam pemantauannya, DKUPP menemukan adanya ketimpangan distribusi stok ayam yang masuk ke Kabupaten Indragiri Hilir. Saat ini, pasokan ayam hanya mencapai 30% dari kuota normal. Defisit pasokan sekitar 70% inilah yang menjadi celah bagi pedagang untuk menaikkan harga secara sepihak.
Menanggapi situasi tersebut, Trio Beni Putra menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh agar masyarakat tidak terbebani oleh harga yang tidak wajar. DKUPP bersama Satgas Pangan telah menyiapkan langkah tegas terhadap pedagang yang kedapatan menjual di atas harga kewajaran.
"Kami segera mengambil langkah tanggap. Jika ditemukan pedagang yang menjual dengan harga sangat tinggi di atas Rp50.000 hingga Rp70.000 per kilogram, kami akan ambil langkah tegas dengan membeli dagangan mereka seharga modal agen. Kami tidak ingin pedagang rugi, namun juga kami tidak mau masyarakat terbebani, Isu bahwa pemerintah daerah membiarkan kejadian ini adalah tidak benar," tegasnya.
DKUPP Kabupaten Indragiri Hilir akan terus memantau stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan guna memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau dan distribusi berjalan lancar di seluruh wilayah Indragiri Hilir.




