• Jelajahi

    Copyright © Narasi Riau
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Harga Ayam Potong Melonjak Tembus Rp 65 Ribu, Pedagang dan UMKM di Tembilahan Menjerit

    Redaksi
    , Agustus 10, 2026 WIB Last Updated 2026-08-10T15:12:02Z


    Narasiriau.com, TEMBILAHAN
    – Para pedagang dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor kuliner di Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), menjerit akibat lonjakan tajam harga daging ayam potong di pasaran dalam beberapa hari terakhir.


    Tak tanggung-tanggung, harga ayam potong yang semula berada di kisaran normal Rp 35.000 per kilogram, mendadak meroket drastis hingga menyentuh angka Rp 65.000 per kilogram. Kenaikan nyaris dua kali lipat dalam tempo singkat ini dinilai sangat memberatkan kelangsungan usaha kecil masyarakat.


    Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam dari para pemilik warung makan. Salah seorang pelaku usaha kuliner di Tembilahan, Ondop mengeluhkan tingginya lonjakan harga ini yang membuat para pedagang serba salah dalam memutar modal harian.


    “Kenaikan harga ayam ini sangat mencekik kami pedagang kecil. Dari biasa 35 ribu tiba-tiba melonjak sampai 65 ribu rupiah. Kami tidak mungkin menaikkan harga porsi jualan ke pembeli secara mendadak, sementara kalau tidak jualan dapur tidak mengepul. Modal habis hanya untuk beli bahan baku,” keluh Ondop dengan nada lesu.


    Berdasarkan penelusuran di lapangan, kelangkaan dan kenaikan harga ayam potong di pasar tradisional Tembilahan diduga kuat dipicu oleh berkurangnya pasokan stok harian ke pedagang eceran.


    Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, berkurangnya stok di pasar ditengarai akibat adanya dorongan aksi pembelian daging ayam dalam skala besar (*bulk purchasing*) untuk kebutuhan operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).


    Di tingkat peternak atau kandang, harga jual ayam potong sebenarnya relatif masih stabil. Namun, karena pihak pengelola dapur MBG melakukan pengambilan dalam kuantitas yang sangat besar, mereka mendapatkan potongan harga (*diskon*). Dampaknya, alokasi stok yang masuk ke pasar umum menjadi tersedot signifikan sehingga memicu hukum pasar: pasokan menipis, harga meroket.


    Meski demikian, Ondop mewakili para pelaku usaha kuliner di Tembilahan menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak menolak atau mempermasalahkan keberadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut. Menurutnya, program tersebut sangat mulia untuk pemenuhan gizi anak-anak sekolah.


    “Kami sangat mendukung program MBG karena ini bagus untuk anak-anak bangsa. Namun kami berharap dalam pelaksanaannya di lapangan, pihak pengelola dan pemerintah memperhatikan stok bahan pokok di pasar. Jangan sampai demi memenuhi kebutuhan satu program, perekonomian pedagang kecil seperti kami malah terganggu,” tambah Ondop


    Melihat kondisi yang kian memberatkan ini, para pedagang dan pelaku UMKM kuliner sangat berharap Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui dinas terkait segera turun tangan melakukan intervensi pasar, operasi pasar murah, serta menata Rantai pasok agar harga ayam potong dapat kembali stabil.***

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini